Sebanyak 140 mahasiswa Unas ditangkap dengan alasan narkoba. Benarkah ini ataukah hanya bentuk lain dari pembukaman yang akan terulang kembali setelah sekian lama selotip di mulut itu terlepas semenjak orde baru.

Bagaimana mahasiswa bisa menjadi penerus dan pemikir bangsa jika dalam masa pendidikannya sudah mendapatkan kekerasan yang mengganggu dalam proses belajar mengajar mahasiswa di kampus. Mungkin pemerintah sekarang sudah anti sama kampus dan tidak ada cara lain selain menggunakan kekerasan dengan dalih kriminalitas yang dilakukan oleh para kaum intelek.

Sudah saatnya kita sadar. Sudah saatnya kita bangkit, bersatu, hancurkan keangkaramurkaan yang berlaku di negeri ini.