Surabaya – Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Surabaya mengancam akan melakukan demonstrasi besar-besaran bila pemerintah tidak segera menetapkan tarif angkutan yang baru. Aksi ini juga akan disertai dengan mogok massal sopir angkutan kota (angkot).

Kepala Organda Surabaya, Wastomi Suheri saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (24/5/2008) malam menyatakan bahwa demo itu menuntut agar pemerintah secepatnya memutuskan kenaikan tarif angkot menyusul kenaikan harga premium dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter yang berlaku sejak Sabtu (24/5/2008).

Bila belum juga ada keputusan, seluruh pekerja angkutan umum akan melakukan mogok dan demo secara besar-besaran, Senin (26/5/2008).

“Dari hasil rapat organda tadi, ada rencana mogok dan demo besar-besaran di gedung DPRD Jatim,” ujarnya.

Wastomi mengimbau agar seluruh masyarakat bersiap dan memikirkan jalan menuju ke sekolah maupun ke kantor dan menggunakan kendaraan aternatif, Senin besok.

Dalam demo tersebut, lanjut Wastomi, setidaknya akan membawa tiga tuntutan, yakni menolak kenaikan harga BBM, menuntut uang subsidi BBM untuk sopir angkot,

Selain merencanakan demo, dalam rapat tersebut para anggota Organda mengusulkan agar tarif MPU jenis lyn mengalami kenaikan sebesar 20 persen. “Prediksi saya, tarif lyn bakal naik hingga Rp 3000,” tambahnya.

Seperti diprediksi banyak pihak kenaikan harga BBM akan mengakibatkan efek domino. Selain itu kenaikan BBM juga membuat dilematis sektor transportasi massal. Di satu sisi, kondisi ini memberikan sedikit kelegaan bagi sebagian masyarakat yang menggunakan jasa MPU. Sebaliknya bagi para sopir angkot,� kondisi ini membuat mereka semakin tertekan.

artikel ini diambil dr detik.com