SETELAH terpilih sebagai Pendatang Baru Terfavorit versi Indonesian Movie Award 2008 lewat film Quickie Express, rasanya tak ada hari tanpa melihat wajah Sandra Dewi. Dia muncul di infotainment, model sampul majalah, hingga sinetron.

Begitu seringnya wajah Sandra Dewi muncul, sampai-sampai manajernya meminta gadis bernama lengkap Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri ini membatasi main sinetron. “Katanya agar orang tidak bosan. Masa bolak-balik melihat aku,” kata Sandra Dewi.

Tetapi sepertinya jurus mundur sejenak itu tak menyurutkan orang untuk tetap mencari wajah cantik Sandra Dewi. Buktinya, dia terpilih sebagai perempuan tercantik dalam Pond’s Beautiful Women. Gadis kelahiran Pangkal Pinang, 18 Agustus 1983 ini dipilih bersama sembilan perempuan lain dari usia belasan hingga 30-an tahun.

Mereka yang terpilih sebagai yang tercantik adalah Gita Gutawa, Jessica Iskandar, Shandy Aulia, Sigi Wimala, Maria Agnes, Dian Khrisna, Cut Mini, Moza Pramita, dan Dian Nitami. Mereka dianggap mewakili romansa kecantikan di segala usia. Nama mereka diumumkan di malam perayaan kecantikan wanita di segala usia bersama produk perawatan kulit di Hotel Mulia, Senayan.

“Aku senang terpilih, karena enggak nyangka dibilang cantik,” ucap Sandra seusai acara.
Menurutnya, pemilihan 10 perempuan tercantik ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dirinya agar menghasilkan karya terbaik dan tetap menjaga imej. Sandra sendiri tak merasa dirinya cantik.

“Aku nih biasa kok. Tetapi mungkin, senyumnya manis. Itu yang membuat aku terlihat cantik. Agar cewek terlihat cantik, dia juga harus ramah dan selalu tersenyum dengan semua orang,” paparnya.

Baginya, ini memberi inspirasi bagaimana mencari cinta sejati. “Agar mendapat cinta sejati, kita harus seimbang, cantik luar dalam,” ungkap Sandra yang mengaku belum bertemu cinta sejati. “Merawat inner beauty sekaligus mengatur body language atau pembawaan kita,” ujar Sandra.

Untuk kecantikan luar, Sandra melakukan serangkaian perawatan muka. “”Percuma jika kita cantik tetapi tidak merawat kulit.”

Ketika kecil, Sandra yang hobi main di pantai, mengaku jarang memakai make up. Waktu SMA, dia baru sadar perlunya pelembap wajah. “Aku juga rajin cuci muka, agar kulit istirahat,” katanya.

Meski mengaku tak suka berdandan, Sandra punya ritual khusus. “Ada tahapannya. Pertama, muka dioles madu, yang pahit lho. Lalu, dimasker air beras, atau dimasker putih telur untuk mengencangkan wajah. Jika tidak punya banyak waktu, aku pakai masker tisu,” jelasnya. Kalau ada waktu, dia merawat kulit wajahnya seminggu atau dua minggu sekali. warkot

diambil dari: kompas.com