Bus Diberi Toleransi Naikkan Tarif Maksimal 15 Persen

Jambi-RoL– Pemerintah memberi toleransi pada perusahaan bus penumpang menaikkan tarif sepihak maksimal 15 persen, mengimbangi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan pemerintah sejak Sabtu, 24/5 pukul 00:OO WIB.

Kasubdin LLAJ Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Joko Mulyono di, Minggu mengatakan, pemerintah tidak bisa membendung desakan pengusaha angkutan penumpang untuk menaikkan tarif, setelah pemerintah memberlakukan kenaikan BBM.

“Pengusaha angkutan penumpang itu untuk sementara diberi toleransi menaikkan tarif sepihak, namun tidak boleh lebih dari 15 persen,” katanya.

Sesuai ketentuan, untuk tarif angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam hal tersebut melalui Departemen Perhubungan.

Angkutan penumpang antar kota dalam provinsi (AKDP) ditetapkan oleh gubernur setempat, dan angkutan kota (angkot) oleh walikota dan bupati.

Penetapan tarif diputuskan lewat musyawarah berbagai instansi terkait dengan melibatkan Organisasi Angkutan darat (Organda) dan lembaga konsumen.

Karena pemerintah sudah memberlakukan kenaikan BBM sementara kenaikan tarif angkutan penumpang belum dirumuskan dan diputuskan, maka untuk sementara pengusaha AKAP, AKDP dan angkot deperbolehkan menaikkan tarif, namun tidak boleh di atas 15 persen.

Jumlah perusahaan AKAP di jambi tercatat 270 armada 51 perusahaan, AKDP 1.306 kendaraan dari 57 perusahaan, sementara angkot dari 1.005 kendaraan, yang beroperasi hanya sekitar 500 kendaraan, dari 15 perusahaan.

Untuk AKAP tarif sebelumnya untuk batas bawah Rp80/penumpang/km dan batas atas Rp130/penumpang/km, AKDP untuk batas bawah Rp84/penumpang/km dan batas atas Rp125 penumpang/km.

Sementara untuk angkot bagi penumpang umum ditetapkan Rp2.000/penumpang, dan untuk anak sekolah Rp1.000/penumpang. antara/abi

diambil dari: republika online