Terjadinya tidak kejahatan dan kriminalitas yang semakin menyebarkan kengerian membuat berbagai pihak untuk lebih ekstra hati-hati. Penetapan daftar tersangka akan membuat pihak yang berwajib kelipungan. Hal ini mengingat banyaknya orang yang bisa dijadikan tersangka.

Seiring dengan perkembangan teknologi maka dibuatlah seperangkat lunak atau yang lebih keren disebut software untuk mendeteksi atau mengenal wajah orang. Salah satu metode yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi wajah adalah dengan mencocokkannya. Untuk itu, diperlukan data gambar wajah yang amat banyak dan falid. Tentunya metode ini akan sangat memakan biaya yang besar dan butuh waktu yang lama.

Mengatasi hal tersebut seorang ahli IT indonesia mencari cara alternativ dengan mengembangkan teknologi dengan menggunakan metode eigenface dan jarak euclidean. Metode eigenface digunakan untuk melakukan ekstraksi ciri wajah yang penting. Eigenface berbasis pada principal component analysis (PCA), pendekatan yang terbilang paling sukses untuk mengekstraksi informasi wajah.

Diharapkan dengan software ini mampu meringankan beban kita untuk mengenali dan mendeteksi pelaku tindak kriminal. Orang yang mengembangkan teknologi ini adalah Rahmat Widyanto, Ketua Program Pascasarjana Ilmu Komputer Universitas Indonesia sekaligus Manajer Riset di Fakultas Ilmu Komputer, kini mengembangkan Sistem Temu Kembali Citra Wajah.

Ternyata orang Indonesia juga mampu memberikan sumbangsih dalam dunia IT.

sumber: http://www.tabloidpcplus.com