Kompas 29/05/08 telah mengejutkan saya dengan judul artikelnya “Seks instan Pas buat yang sibuk”. Ada-ada saja yang diberitakan. Gak hanya mie saja yang instan tapi seks juga ada yang instan.

Dunia yang semakin global dan penuh dengankseibukkan membuat orang ingin melakukan hal dengan serba cepat atau instan. Waktu begitu sangat berharga bagi mereka yang merupakan budak perkerjaan. Walhasil, sekspun ingin dibuat dengan cara instan.

Ketika timbul gairah maka lakukanlah. Biasanya gairah timbul ketika pasangan kita menggunakan baju atau pakaian yang membuat segala birahi kita naik. Nah ketika naik itulah lakukanlah seks instan ini. Namun bila pasangan menolak karena risih atau gak enak maka rayulah dia. Boyke menyarankan, “Bujuklah dia dengan segenap rayuan. Puji penampilannya, seperti ‘Wah, pagi ini kamu cantik sekali.’ Demikian juga kepada suami. Lambat laun hatinya pun akan luluh.” Ia memberi garansi, jika pasangan sudah pernah melakukan seks ngebut sekali saja dan merasa terkesan biasanya dia tak akan menolak yang kedua kali.”

Seks instan memangla jalan keluar tapi janganlah dilakukan sesering mungkin karena akan juga dapat menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Lakukanlah minimal seminggu sekali